Rabu, 09 November 2016

Takdir, Ikhtiar, Doa dan Tawakkal MAKALAH | SMAN 1 Gemolong | Pendidikan Agama Islam Kelas 12 SMA _ Kurikulum 2013

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“Takdir, Ikhtiar, Doa dan Tawakkal”



Oleh :
1.     Afifah Eka Nur’aini                 (04)
2.     Ahmad Didik Setyadi               (05)
3.     Aldila Devita Damayani           (08)
4.     Arum Arfianto Tri W                (19)
5.     Astrid Rahayu Wulandar i         (21)
-XII MIPA 1-


SMA NEGERI 1 GEMOLONG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A.                TAKDIR
Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu). Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah.
Meskipun segala sesuatu yang terjadi di jagat raya ini sudah ditentukan oleh Allah sejak zaman azali, tetapi pemberlakuan takdir Allah tersebut ada juga yang mengikutsertakan peran makhluk-Nya. Karena itulah, takdir dibagi menjadi dua, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq :

1. Takdir Mubram

Dalam bahasa Arab, mubram artinya sesuatu yang sudah pasti, tidak dapat dielakkan. Jadi, takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku atas setiap diri manusia, tanpa bisa dielakkan atau di tawar-tawar lagi, dan tanpa ada campur tangan atau rekayasa dari manusia.
Contoh takdir mubram antara lain :
o   Waktu ajal seseorang tiba
o   Usia seseorang
o   Jenis kelamin seseorang
o   Warna darah yang merah
o   Bumi mengelilingi matahari
o   Bulan mengelilingi bumi

Jika Allah sudah menetapkan bahwa seseorang akan mati pada suatu hari, di suatu tempat, pada jam sekian, maka orang tersebut pasti akan mati pada saat dan tempat yang sudah ditentukan itu. Ia tidak akan bisa lari atau bersembunyi dari malaikat Izrail, meskipun ia berada di dalam sebuah tembok benteng yang sangat kokoh. Allah SWT. berfirman :
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Artinya : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. an-Nisa : 78)

2. Takdir Mu’allaq

Dalam Bahasa Arab, mu’allaq artinya sesuatu yang digantungkan. Jadi, takdir mu’allaq berarti ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Dan hasilnya aakhirnya tentu saja menurut kehendak dan ijin dari Allah SWT. Allah SWT. berfirman :

إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. ar-Ra’d : 11)
Beberapa contoh takdir mu’allaq antara lain adalah kekayaan, kepandaian, dan kesehatan. Untuk menjadi pandai, kaya, atau sehat, seseorang tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menunggu datangnya takdir tapi ia harus mengambil peran dan berusaha. Untuk menjadi pandai kita harus belajar; untuk menjadi kaya kita harus bekerja keras dan hidup hemat; dan untuk menjadi sehat kita harus menjaga kebersihan. Tidak mungkin kita menjadi pandai kalau kita malas belajar atau suka membolos. Demikian juga kalau kita ingin kaya, tetapi malas bekerja dan suka hidup boros; atau kita ingin sehat, tetapi kita tidak menjaga kebersihan lingkungan, maka apa yang kita inginkan itu tak mungkin terwujud.

B.            IKHTIAR
Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Menurut bahasa Arab, ikhtiar berarti 'memilih'. Dua pengertian yang berbeda itu tetap mempunyai hubungan yang erat dan merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh, setiap orang mempunyai kebebasan memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari nafkah dengan berdagang, bertani, menjadi karyawan, wirausaha, dan lain sebagainya.
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.  (Q.S. At-Taubah 9:105) “…
Dalam berikhtiar, manusia tidak perlu memikirkan tentang takdir yang akan berlaku pada dirinya. Sebab setiap orang tidak mungkin akan mengetahui nasibnya di masa yang akan datang. Yang terpenting bagi seorang manusia yaitu berikhtiar dengan sekuat tenaga, tidak boleh berpangku tangan, atau menunggu takdir yang baik. Allah swt telah berfirman bahwa nasib suatu kaum/umat akan berubah apabila umat/kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan berikut ini ayatnya :
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’du 13: 11)
C.    DOA
Di samping berusaha dengan segala daya dan kekuatan fisik, orang-orang beriman hendaknya juga berikhtiar secara batin yaitu dengan jalan berdoa dan memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Menentukan Qadha dan Qadar bagi semua makhluknya. Dipandang dari segi ini, maka berdoa dapat menggerakkan ikhtiar manusia secara fisik. Apalagi Allah swt telah menjanjikan bahwa siapa di antara hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan yakin dan ikhlas pasti akan dikabulkan-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Mukmin ayat 60 Allah swt berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (al-Baqarah 2:186).
Waktu yang Bermustajab untuk Berdoa :
1.    Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam .
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
 “Rabb kita -Tabaraka wa Ta’ala- turun setiap malam ke langit dunia ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)
2.    Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:
للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه
Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

3.    Ketika sedang Bersujud

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan dimana seorang hamba menjadi paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, karenanya perbanyaklah doa (ketika sujud).” (HR. Muslim: 1/350)
4.    Ketika adzan berkumandang
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
5.    Di antara adzan dan iqamah
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
6.    Di hari Jum’at
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
D.      TAWAKAL
Tawakal diartikan dengan sikap pasrah dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Dalam bahasa Arab, tawakal berarti `mewakilkan', yaitu mewakilkan kepada Allah untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu urusan. Ajaran tawakal ini menanamkan kesan bahwa manusia hanya memiliki hak dan berusaha, sedangkan ketentuan terakhir tetap di tangan Allah swt. sehingga apabila usahanya berhasil, is tidak bersikap lupa diri dan apabila mengalami kegagalan, is tidak akan merasa putus asa. Pengertian seperti ini merupakan ajaran tawakal yang paling tepat. Artinya: “Maka apa bila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159).
Sikap tawakal harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim. Sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari dicapai dengan motivasi sebagai berikut.
  1. Yakin bahwa allah sebagai penguasa alam semesta.
  2. Tahu keutamaan dari sikap tawakal.
  3. Menyadari bahwa manusia banyak kekurangan ( yang sempurna hanyalah Allah ).
Dalam bertawakal hendaknya kita serahkan semuanya kepada allah SWT, hal ini diperintahkan Allah dalam surat al-maidah ayat 23 sebagai berikut :
…. وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * سورة المائدة 23
Artinya : …. “ dan hanya kepada allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman” (al-maidah ayat 23)
Dari ayat di atas maka dapat di fahami bahwa tawakal kepada allah swt hukukmnya wajib, karena semua manusia sebenarnya bertawakal. Cuma tidak seluruhya bertawakal kepada Allah. Ada yang bertawakal kepada benda keramat, manusia, dukun, jin dan sebagainya, hal ini yang harus di luruskan.
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ * سورة هود 123
Artinya : “dan kepunyaan allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah di kembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakalah kepadaNya . dan sekali-sekali tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”  (QS Hud : 123)

Bertawakal bukan berarti bahwa seseorang hanya diam dan bertopang dagu tanpa bekerja. Orang yang sudah menentukan pilihan dan cita-citanya tanpa mau bekerja, hanya akan menjadi lamunan atau khayalan semata karena hal itu tidak akan pernah terlaksana. Firman Allah swt.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS An Najm: 39)
Takdir, ikhtiar, do’a dan tawakal adalah empat hal yang sulit untuk dipisah-pisahkan. Dengan kemahakuasaan-Nya, Allah menciptakan undang-undang, peraturan, dan hukum yang tidak dapat diubah oleh siapa pun. Sementara itu, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberi hak untuk bekerja dan berusaha demi mewujudkan pilihannya. Akan tetapi, setiap manusia tidak dapat dan tidak dibenarkan memaksakan kehendak kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya.
Oleh karena itu, sebagai penghayatan terhadap keyakinan akan takdir, ikhtiar, doa dan tawakal, maka kewajiban kita memilih segala hal yang baik. Adapun ukuran mengenai baik dan buruknya adalah norma yang tercantum pada Al Quran dan hadits, senantiasa tekun, bersungguh-sungguh dalam bekerja sesuai kemampuan, bertawakal, berdoa, tidak sombong atau lupa diri dan bersyukur apabila berhasil serta tidak berputus asa apabila belum berhasil.
Memang semua manusia sudah ditetapkan rizkinya masing-masing, namun rizki itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui ikhtiar atau usaha, do’a dan tawakkal. Misalkan saja, jika kita ingin pandai, haruslah kita rajin belajar, dll. Dalam segala usaha (ikhtiar) haruslah disertai dengan do'a, berdo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah mengharap apa yang diinginkan. Kalau sudah berikhtiar, berdoa dan bertawakkal ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, yakinlah bahwa di balik semua kegagalan pasti ada hikmah yang lebih baik. Boleh jadi kita membenci sesuatu, namun di balik itu ada hikmah kebaikan. Sebaliknya, boleh jadi kita menyukai sesuatu, namun di balik itu ada keburukan. Karenanya, kita harus selalu berprasangka baik pada Allah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang terbaik untuk kita.




VISI DAN MISI PMR SMA N 1 GEMOLONG | siamo | pmr wira

VISI DAN MISI PMR SMA N 1 GEMOLONG




VISI
“Terus berlatih membela diri jadi manusia atau remaja yang peduli terhadap sesama”

MISI
·         Menciptakan rasa damai dan tentram di lingkungan SMA N 1 Gemolong
·         Memperkokoh tali persaudaraan antar sesama
·         Menolong antar sesama dengan sukarela
·         Mengayomi siswa SMA N 1 Gemolong agar tercipta lingkungan yang asri

·         Mempererat rasa persatuan antar sesama

sinopsis | cerpen | Refrain "Cinta Pasti Akan Pulang” tugas bahasa indonesia | astridjjunaway.blogspot.com

Nama  : Astrid Rahayu Wulandari
No        : 21
Kelas    : XI MIA 1
 
 





Refrain “Cinta Pasti Akan Pulang”

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cerita harus ada yang terluka.
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.

***

Niki dan Nata berbaring di atas trampolin, benda usang itu bergoncang-goncang mengikuti gerakan mereka. Mereka berdua sedang menatap bintang-bintang yang mulai terlihat jelas setelah matahari tenggelam. Deru mobil dari kejauhan sesekali terdengar, lalu hening, digantikan oleh bunyi jangkrik yang menghinggapi malam.
Itu adalah kebiasaan mereka, duduk menunggu matahari terbenam sambil mengobrol tentang segalanya -PR yang belum selesai, ujian esok pagi, hari-hari di sekolah, atau rencana untuk akhir pekan. Mereka melakukannya setiap malam hingga kegiatan itu menjadi rutinitas harian yang tidak pernah terlewatkan. Tiba-tiba, Niki mendesah penuh harapan, lalu bertanya, lebih kepada dirinya sendiri.
"Jatuh cinta itu..., gimana rasanya, ya?" Nata sedikit kelimpungan menanggapi pertanyaan Niki yang tidak biasa.
"Memangnya kenapa?" Dia bertanya dengan hati-hati.
Niki tersenyum lebar dan memutar tubuh untuk menghadap Nata.
"Kayaknya, menyenangkan banget, bisa pergi berdua ke mana-mana, tukeran hadiah, ngerayain hari-hari penting sama-sama, seperti Kak Dhanny dan Kak Sivia." Niki menyebut nama abang Nata, yang akhir-akhir ini sedang dilamun cinta dengan pacarnya.
"Huh." Nata mendengus dan menekan kepalanya di bawah lengan.
 "Itu kan, kelihatan dari luarnya aja. Kalau lagi berantam, Kak Dhanny kerjaannya marah-marah terus. Cemberut sepanjang hari, atau mohon-mohon sama Kak Sivia supaya dimaafin. Kak Dhanny bilang, selalu pihak cowok yang harus ngalah, belum lagu harus inget tanggal-tanggal penting, misalnya tanggal jadian, terus mesti pusing mikirin harus beli kado apa. Bikin kesalahan sedikit, ceweknya bisa ngambek berhari-hari. Jatuh cinta itu ngerepotin, tau."
Niki tertawa, sudah terbiasa dengan gerutu khas Nata yang sangat sinis.
"Itu kan, karena Nata belum pernah jatuh cinta."
"Kamu sendiri juga belum, kan?"
Nata meleletkan lidah tak peduli.
"Udah." Niki mengerling jenaka.
"Sama Kak Dhanny!"
"Yeee...." Dengan gemas, Nata menepuk kening sahabatnya, ringan.
"Itu sih cinta monyet!" Niki cengengesan, lalu kembali serius.
 "Makanya, aku kepingin tahu, cinta yang sesungguhnya itu gimana rasanya...." Mereka berdua terdiam, larut dengan pikiran masing-masing.
"Di antara kita berdua, siapa ya kira-kira yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu
atau aku?" Nata secara otomatis menjawab pertanyaan itu.
"Kamu." Niki tergelak.
 "Mungkin. Tapi, kamu atau aku, kita harus saling cerita, ya? Janji?"
Nata hanya tersenyum dan mengangkat bahu, tidak ingin berjanji apa-apa. Niki yang tidak puas dengan jawaban tersebut mengulurkan tangan untuk menggelitik pinggang Nata. Dua remaja SMP itu bergulat di atas trampolin, tertawa keras-keras sambil berusaha saling mendahului, hingga akhirnya Nata setuju untuk mengaitkan kelingkingnya dengan jari Niki. Janji dua orang sahabat untuk selamanya bersama.

***

Sejak dulu, impian terbesar Niki adalah menjadi cheerleader. Dia merengek pada Mama sampai akhirnya diperbolehkan les balet. Dia menonton setiap film tentang cheerleader dan dance dengan seksama, menghafalkan gerakan dan koreografinya. Kadang-kadang, dia latihan sendiri di kamarnya, menciptakan gaya tarian baru dan belajar dengan mengamati gerakan orang lain.
Salah satu alasan Niki menyukai sekolah ini adalah karena tim cheers-nya yang jadi kebanggaan. Setiap tahun, tim cheers SMU Harapan selalu masuk kategori final kejuaraan cheerleading seluruh Jakarta, malah tidak jarang menyabet juara satu. Ada sesuatu yang magical dengan pompom--persatuan, kreativitas, disiplin ketat, latihan keras, dan kecintaan pada musik dan seni tari. Niki menghargai itu. Ia ingin jadi salah satu dari mereka.
Dia masih ingat hari ketika dia mengikuti audisi untuk anggota baru. Kakinya bergerak begitu saja mengikuti hentakan musik, lalu tubuhnya mengikuti gerakan demi gerakan yang sudah dilatihnya selama berbulan-bulan. Lompatan maupun gerakan cartwheel yang biasanya merupakan tantangan besar bagi gadis-gadis lain tidak jadi masalah buat Niki, dia bisa melakukannya dengan mata terpejam sekali pun. Ketika selesai, Niki tahu dia pasti berhasil. Dia bisa melihatnya dari tatapan kagum para senior, tepukan tangan para anggota lain, dan anggukan samar para guru. Dan sejak saat itu, akhirnya Niki berhasil menjadi bagian dari tim pemandu sorak yang begitu diidolakannya.

***

Jadi anak baru memang menyebalkan. Salah satu hal paling menyebalkan di
dunia ini selain kepergian Mama berbulan-bulan lamanya dan mendapat label anak aneh hanya karena dia lebih suka membaca daripada hangout seperti remaja lain seumurnya.
Annalise sudah sering pindah sekolah. Saking seringnya, dia sampai tidak ingat sudah berapa kali dia hengkang dari satu sekolah dan masuk ke sekolah lainnya. Beberapa kali keluarganya pindah mengikuti jadwal tour Mama keluar negeri, mulai dari Tokyo, London, New York, sampai balik lagi ke Jakarta, tempatnya dilahirkan. Annalise tidak terlalu ingat tahun-tahun pertamanya tinggal di sini, waktu itu dia masih sangat kecil. Baginya, kota ini besar tapi semrawut. Sarat polusi, macet, dan panas setiap saat. Namun, entah mengapa dia suka tinggal di sini. Begitu banyak hal menarik yang bisa dipotretnya dengan kamera Nikon yang mengganduli lehernya ke mana-mana.
Ruang UKS kosong. Ada tempat tidur berkelambu putih di pojok, lengkap dengan kabinet obat-obatan di sampingnya dan sebuah meja kecil. Tidak yakin apa yang harus dilakukan, ia memutuskan untuk menunggu sambil bersandar pada sebuah kursi.
Tak lama kemudian, seorang murid laki-laki masuk tanpa mengetuk pintu, membawa iPod hitam special edition U2 dengan volume diputar keras-keras. Dia menyapukan pandangan sekeliling, dan tanpa berkata apa-apa langsung melompat ke atas ranjang UKS. Annalise diam saja, berharap penjaga UKS segera datang.
Tidak lama kemudian, terdengar suara murid laki-laki itu yang bertanya,
"Sakit apa?"
Annalise tadinya tidak yakin dia sedang mengajaknya bicara, tapi berhubung hanya mereka berdua yang sedang ada di sana, dia memberanikan diri menjawab lirih.
"Pusing."
"Pusing?"
Pipinya memerah seketika.
"Ya. Anemia."
Tirai yang menutupi tempat tidur disibakkan dengan bunyi berisik. Murid laki-laki itu melongokkan kepalanya untuk melihat Annalise.
"Kalau begitu lo pasti lebih butuh tempat tidur ini daripada gue."
Dia setengah memaksa Annalise untuk berbaring di sana, tidak menghiraukan tolakan bernada sungkan. Annalise memperhatikannya diam-diam, rambut yang terjuntai berantakan di kerah dan melewati telinga, sepasang mata gelap dengan pandangan tajam, dan ekspresi wajah cuek yang tidak tersenyum. Lalu, pemuda itu mengambil tempat duduk tidak jauh dari sana, memejamkan mata sambil mendengarkan lagu. Bekas tempatnya berbaring hangat, dan Annalise pun turut memejamkan mata.
"Kamu sendiri sakit apa?"
Pemuda itu menarik sebelah earphone-nya supaya bisa mendengar lebih jelas.
"Penyakit malas. Lagi pula, cuma tempat ini yang bisa dijadiin sarana tidur siang
yang aman dan nyaman."
“Oh iya, namaku Annalise. Panggil aja Anna.”
“Oh.. Aku Nata.”
Mereka berdua menghabiskan setengah jam di sana, berdiam diri sambil mendengarkan lagu dari album U2 - Joshua Tree.

***

            Suatu hari, Niki diajak berkenalan oleh ketua basket lawan tim SMA nya, Oliver. Niki sangat gugup ketika setelah berkenalan, Oliver mengajak Niki untuk makan malam bersama. Walaupun gugup dan malu, Niki menerima ajakan Oliver.  Tidak hanya itu, di malam kencan pertama Niki, ia amat sangat senang, karena Oliver menyatakan perasaannya kepada Niki, dan tanpa berpikir panjang, Niki menerima ajakan Oliver untuk menjadi kekasihnya.

Keesokan harinya, Niki yang amat sangat senang itu bercerita kepada dua sahabatnya, Nata dan Anna, bahwa Niki dan Oliver sudah resmi menjadi pacar. Nata terkejut dan berkata Oliver tidak cocok untuk Niki. Niki marah kepada Nata. Didalam hati, Nata amat sangat sedih dan cemburu. Berbeda dengan Niki yang senang karena baru pertama kali merasakan jatuh cinta.

***

Nata berhenti memetik gitar ketika pintu kamarnya diketuk dua kali. Pasti Dhanny. Hanya abangnya yang punya kebiasaan itu; orangtuanya selalu menerobos masuk kamar Nata tanpa merasa perlu mengetuk dulu.
"Mau makan, nggak? Mami sama Papi belum pulang. Macaroni and cheese, yuk?"
"Boleh."
Nata meletakkan gitarnya dan mengikuti Dhanny ke dapur. Makaroni
keju adalah makanan favorit mereka berdua. Setiap kali orangtua mereka pergi, Dhanny dan Nata pasti camping di depan televisi sambil makan sebanyak-banyaknya.
Nata tidak banyak komentar saat Dhanny menyetel saluran ESPN sambil menunggu makanannya matang. Dia memang tidak terlalu suka nonton acara olahraga.
"Tadi, cewek bule yang datang ke sini itu siapa?"
"Annalise." Nata menjawab tanpa menoleh.
"Murid baru di kelas kita, pindahan dari Amerika. Anna itu anaknya Vidia Rossa, model terkenal yang digandrungi Niki."
"Oh, pantesan anaknya juga kayak model," komentar Dhanny. "Niki pasti seneng banget. Kalian masih sekelas, kan?"
"Iya," kata Nata, sambil meraih mangkuk makaroni yang masih hangat.
"Sekarang Niki cantik, ya. Pasti banyak yang naksir."
Nata spontan menoleh. Jadi bukan hanya dia yang menyadari perubahan pada gadis yang satu itu. "Kami cuma sahabatan kok," jawabnya defensif tanpa berpikir dua kali.
Sekilas ekspresi bingung melintasi wajah Dhanny, tapi lalu dia tersenyum.
"Aku kan, nggak bilang apa-apa."
Melihat Nata mulai memerah dan tidak nyaman, Dhanny menggoda lagi,
"Memangnya kalian pacaran? Atau jangan-jangan kamu lagi yang naksir sama dia."
Kali ini, Nata benar-benar terpojok. Dia pura-pura sibuk dengan acara televisi, padahal dari tadi dia sama sekali tidak memperhatikan tim sepak bola mana yang sedang memimpin skor.
"Kalau memang suka, harus dikejar." Dhanny berkomentar iseng, geli sendiri melihat perubahan sikap adiknya yang biasa datar menjadi salah tingkah dengan muka semerah kepiting rebus.
"Nanti keduluan cowok lain, lho."
"Sudah kubilang kami cuma sahabatan," bantah Nata.
"Oke, oke." Dhanny menertawakan polah Nata.
Mereka berdua mencoba duduk diam sambil mengunyah makaroni, tapi tawa kecil Dhanny
masih belum surut juga. Ekspresi Nata berubah keruh, lalu dia melemparkan sebuah bantal ke arah abangnya dengan kesal.
"Udah ah, Kak! Jangan ketawa lagi!"
Dhanny malah jadi tidak mampu menahan tawa, dia tergelak bebas sambil menikmati ledakan emosi yang jarang muncul pada wajah adiknya. Gemas, malu, dan gengsi sekaligus. Nata benar-benar kena batunya.

***

Suatu hari, Nata dan Niki diajak oleh Anna kerumahnya, betapa kagetnya Niki ketika melihat sebuah kotak yang berisi foto Nata. Anna terkejut melihat apa yang ditemukan oleh Niki. Anna berlari menuju dapur. Nata bergegas mengejar Anna ke dapur.
“Apa maksud dari foto – foto itu, Na?” Nata meminta penjelasan kepada Anna. Anna hanya tergagu – gagu menjawab pertanyaan Nata.
“Aku suka sama kamu, Ta. Semenjak aku kenal kamu, aku merasa nyaman sama kamu.”
“Tapi kita cuma teman, Na. Nggak lebih.”
“Tapi aku sayang sama kamu, Ta.”
“Tapi kamu tahukan, aku sukanya sama Niki, bukan kamu.”
Niki yang sedari tadi mendengarkan merasa kaget dan syok mendengar pernyataan Nata. Niki berlari meninggalkan Nata dan Anna di Dapur.
Semenjak kejadian itu, hubungan Nata dan Niki menjadi renggang. Sedangkan Anna tetap bersahabat dengan Nata. Setelah hari itu, Nata berusaha memperbaiki persahabatan mereka, tetapi Niki yang marah dengan Nata pun selalu menghindar jika bertemu dengan Nata. Nampaknya Niki asik sendiri dengan kehidupannya yang sekarang, Niki yang memiliki cinta pertamanya.
Kelulusan akan segera tiba, Niki masih bingung harus kuliah atau tidak, sedangkan Anna memutuskan kuliah, dan Nata sudah mendapat beasiswa di Austria, jurusan musik.Hingga suatu ketika, SMA Pelita mengadakan perpisahan, Niki mengajak Oliver, tetapi Oliver mendadak tidak bisa. Dengan terpaksa Niki berangkat ke perpisahan sendiri. Niki kaget bukan main ketika melihat Oliver datang ke perpisahan tersebut bersama wanita lain. Niki pergi meninggalkan tempat pesta perpisahan itu dengan rasa marah dan sedih. Nata mengikuti Niki selama perjalanan menuju rumah.
Pagi itu adalah hari dimana Nata berangkat menuju Austria. Pagi – pagi Nata sudah berangkat ke bandara tanpa berpamitan dengan Niki, karena Nata berpikir Niki masih marah kepadanya dan tak mau bertemu dengannya lagi.
Niki terbangun. Ia ingat bahwa hari ini adalah hari dimana ia harus berpisah dengan Nata untuk waktu yang sangat lama. Niki tak ingin kehilangan Nata. Niki bergegas beranjak dari kasurnya untuk menemui Nata. Niki berlari menuju rumah Nata. Sesampainya di rumah Nata, ia hanya mendapati kamar yang kosong dengan barang – barang yang sudah hampir tak komplit lagi. Nata telah berangkat. Kakak Nata, Dhanny, melihat wajah penyesalan Niki. Ia memberikan sepucuk surat berwarna biru yang dititipkan Nata untuk Niki. Niki menangis tersedu – sedu menyesali kepergian Nata.
            Setelah hampir 5 tahun berpisah, rasa cinta Niki kepada Nata mulai tumbuh seiring ketidakhadiran Nata dalam kehidupan Niki. Niki yang tak kuasa lagi memendam perasaan akhirnya menyusul Nata ke Austria.
            Berbekal tekat yang kuat dan rasa cinta Niki terhadap Nata, Niki pergi ke Austria menyusul Nata ke sekolah musiknya. Perjalanan Niki ke Austria tak semudah membalik telapak tangan. Niki hanya berbekal alamat sekolah niki saja, seorang diri pergi ke Austria. Dalam perjalanan, barang – barang Niki tertinggal di kereta. Dengan terpaksa ia melanjutkan perjalanan tanpa membawa apa – apa. Berkat bantuan seorang mahasiswa Austria, akhirnya Niki dapat bertemu dengan Nata.
            Dijumpainya Nata sedang bernyanyi dan memainkan piano dihadapan dosen –dosen ternama di universitasnya. Nata menjelma menjadi orang yang ternama dan sukses. Setelah konser kecilnya itu, akhirnya Nata menemui Niki dan akhirnya Niki pun memberi tahu perasaannya yang sesungguhnya. Perasaan Nata masih sama seperti dulu. Akhirnya mereka tersenyum dan menikmati kebersamaan mereka di Austria.


***