Selasa, 27 Desember 2016

contoh Hortatory Exposition bahasa Inggris dan Terjemahannya

Hortatory Exposition


Say NO to Drugs

Drugs Is an abbreviation of Narcotic and other dangerous medicines. Besides drugs, another term to call them is NAPZA which stands for Narcotics, Phsycotropica and other addictive substances (hazardous materials). Drugs are very dangerous for us. However, nowadays these drugs have been widely circulated in the community both in urban, rural, and even circulated in law enforcement agencies circle. Many factors lead people to use drugs especially for teenagers. The main factor that causes teens to use drugs is crisis of identity. They are searching for their identity which they have not met yet so that they are easily tempted by drugs. Another factor is family factor. There are so many families who do not pay attention to their children, especially for broken home families. These drug users do not know that drugs can have a negative impact on its users; the following are the adverse effects that could be caused by the drug.

In terms of health, drugs can harm organs in our body. Substances which are contained in the drug can damage brain and kidneys when it is consumed continuously. Drugs can cause hallucinogenic effects that can harm our nerves. Drugs also can cause addiction effect to its users so that they will feel addicted and want to use the drug continuously. In addition, the use of drugs also can make the user depressed, and cause various dangerous diseases such as liver disease, schizophrenia, blood clots, dehydration, optic nerve damage, brain damage, and ultimately can lead to DEATH!

When viewed in terms of religion, drugs are things that are illicit and should be shunned because drugs can cause a variety of crimes such as thieves, rob, and even kill. Drug users who do not have money to buy it will perform those crime actions to obtain drugs. Moreover Drugs can also harm themselves and others. By using drugs, it means that we have been doing thing which is forbidden in the religion so that we will get sin.

Moreover, for teenagers drugs can ruin their future and jeopardize the future of this nation. Teens who use drugs will feel lazy to learn and have no spirit or desire to live. They will only be seduced by momentary pleasures offered by drug. In addition to, drugs also harm our nation. We can see from data collected by the government that 32 percent of drug users in Indonesia are teenagers. Nearly half of teenagers in Indonesia had been using drugs, whereas they are future generation for this nation. What would happen if the successors of our nation are the generation who are lazy and like to do bad action.

Based on discussion above, we can conclude that drug is thing which is dangerous for its user, other people and nation. Therefore, let us stay away from drugs by saying no to drugs, involving in preventing drug action around us, doing socialization about the dangers of drugs and much more. Because without drugs our lives would be more meaningful while with drugs our life will be full of miserable.




Katakan Tidak Pada Narkoba

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat-obat berbahaya lainnya. Selain Narkoba, istilah lain yang dgunakan untuk narkoba adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya (bahan berbahaya). Obat-obatan berbahaya tersebut sangat membahayakan bagi kita. namun, saat ini Narkoba telah beredar luas dimasyarakat baik di perkotaan, di pedesaan, bahkan beredar di dalam kalanga aparat hukum. Banyak faktor yang menyebabkan seorang memakai narkoba khusunya bagi para remaja. Faktor utama yang menyebabkan para remaja menggunakan narkoba adalah karena mereka mengalami krisis identitas diri. mereka sedang mencari jati diri mereka yang belum mereka temui sehingga mereka dengan mudahnya tergoda dengan Narkoba. Faktor lainnya adalah faktor keluarga. banyak keluarga yang tidak memperhatikan anak-anaknya terutama bagi keluarga yang broken home. Para pengguna narkoba ini tidak megetahui bahwa Narkoba dapat berdampak buruk pada penggunanya, berikut adalah dampak buruk yang bisa disebabkan oleh narkoba.

Dari segi kesehatan, Narkoba bisa membahayakan organ-organ dalam tubuh kita. zat-zat yang terkandung di dalam narkoba bisa merusak otak dan ginjal apabila kita konsumsi secara berlebihan. Narkoba bisa menimbulkan efek halusinasi yang dapat membahayakan saraf kita. Narkoba juga bisa menimbulkan efek adiktif bagi penggunanya sehingga mereka akan merasa ketagihan dan ingin terus menggunakan Narkoba. Selain itu, Penggunaan obat-obatan juga dapat membuat penggunanya tertekan, menimbulkan berbagai penyakit berbahay seperti penyakit hati, skizofrenia, penyumbatan pembuluh darah, dehidrasi, kerusakan saraf optik, kerusakan otak, dan akhirnya dapat menyebabkan KEMATIAN!

Bila dilihat dari segi agama, Narkoba merupakan obat-obatan yang terlarang dan harus dijauhi. Karena Narkoba bisa menimbulkan berbagai macam kejahatan seperti maling, merampok, dan bahkan membunuh. para pengguna narkoba yang tidak memiliki uang untuk membeli narkoab akan melakukan tindakan-tindakan kejahatan tersebut untuk mendapatkan narkoba. Terlebih lagi Narkoba juga bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan menggunakan Narkoba, berarti kita telah melakukan hal yang dilarang di dalam ajaran agama sehingga kita akan mendapatkan dosa.

Selain itu, Bagi para remaja narkoba bisa merusak masa depan mereka dan membahayakan masa depan bangsa ini. Remaja yang menggunakan Narkoba akan merasa malas dalam belajar dan tidak ada semangat atau kemauan untuk hidup. Mereka hanya akan terbuai dengan kenikmatan sesaat yang ditawarkan oleh narkoba. Selain itu narkoba juga turut membahayakan Negar kita. kita bisa melihat dari data yang dikumpulkan oleh pemerintah bahwa 32 persen dari pengguna narkoba di Indonesia adalah remaja. hampir separuh remaja di Indonesia telah menggunakan narkoba, padahal mereka adalah generasi penerus bangsa. apa jadinya bangsa kita apabila para penerusnya merupakan generasi yang malas dan suka berbuat kejahatan.

berdasrkan diskusi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Narkoba merupakan obat-obtan yang berbahaya bagi para penggunanya, orang lain dan Negara. oleh karena itu, marilah kita menjauhi narkoba dengan cara mengatakan tidak pada narkoba, ikut mengwasi peredaran narkoba di sekitar kita, melakukan penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya narkoba dan masih banyak lagi. karena dengan tanpa narkoba hidup kita akan lebih bermakna. sedangkan denga narkoba hidup kita akan mejadi sengsara.

Rabu, 09 November 2016

Takdir, Ikhtiar, Doa dan Tawakkal MAKALAH | SMAN 1 Gemolong | Pendidikan Agama Islam Kelas 12 SMA _ Kurikulum 2013

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“Takdir, Ikhtiar, Doa dan Tawakkal”



Oleh :
1.     Afifah Eka Nur’aini                 (04)
2.     Ahmad Didik Setyadi               (05)
3.     Aldila Devita Damayani           (08)
4.     Arum Arfianto Tri W                (19)
5.     Astrid Rahayu Wulandar i         (21)
-XII MIPA 1-


SMA NEGERI 1 GEMOLONG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A.                TAKDIR
Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu). Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah.
Meskipun segala sesuatu yang terjadi di jagat raya ini sudah ditentukan oleh Allah sejak zaman azali, tetapi pemberlakuan takdir Allah tersebut ada juga yang mengikutsertakan peran makhluk-Nya. Karena itulah, takdir dibagi menjadi dua, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq :

1. Takdir Mubram

Dalam bahasa Arab, mubram artinya sesuatu yang sudah pasti, tidak dapat dielakkan. Jadi, takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku atas setiap diri manusia, tanpa bisa dielakkan atau di tawar-tawar lagi, dan tanpa ada campur tangan atau rekayasa dari manusia.
Contoh takdir mubram antara lain :
o   Waktu ajal seseorang tiba
o   Usia seseorang
o   Jenis kelamin seseorang
o   Warna darah yang merah
o   Bumi mengelilingi matahari
o   Bulan mengelilingi bumi

Jika Allah sudah menetapkan bahwa seseorang akan mati pada suatu hari, di suatu tempat, pada jam sekian, maka orang tersebut pasti akan mati pada saat dan tempat yang sudah ditentukan itu. Ia tidak akan bisa lari atau bersembunyi dari malaikat Izrail, meskipun ia berada di dalam sebuah tembok benteng yang sangat kokoh. Allah SWT. berfirman :
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Artinya : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. an-Nisa : 78)

2. Takdir Mu’allaq

Dalam Bahasa Arab, mu’allaq artinya sesuatu yang digantungkan. Jadi, takdir mu’allaq berarti ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Dan hasilnya aakhirnya tentu saja menurut kehendak dan ijin dari Allah SWT. Allah SWT. berfirman :

إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. ar-Ra’d : 11)
Beberapa contoh takdir mu’allaq antara lain adalah kekayaan, kepandaian, dan kesehatan. Untuk menjadi pandai, kaya, atau sehat, seseorang tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menunggu datangnya takdir tapi ia harus mengambil peran dan berusaha. Untuk menjadi pandai kita harus belajar; untuk menjadi kaya kita harus bekerja keras dan hidup hemat; dan untuk menjadi sehat kita harus menjaga kebersihan. Tidak mungkin kita menjadi pandai kalau kita malas belajar atau suka membolos. Demikian juga kalau kita ingin kaya, tetapi malas bekerja dan suka hidup boros; atau kita ingin sehat, tetapi kita tidak menjaga kebersihan lingkungan, maka apa yang kita inginkan itu tak mungkin terwujud.

B.            IKHTIAR
Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Menurut bahasa Arab, ikhtiar berarti 'memilih'. Dua pengertian yang berbeda itu tetap mempunyai hubungan yang erat dan merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh, setiap orang mempunyai kebebasan memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari nafkah dengan berdagang, bertani, menjadi karyawan, wirausaha, dan lain sebagainya.
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.  (Q.S. At-Taubah 9:105) “…
Dalam berikhtiar, manusia tidak perlu memikirkan tentang takdir yang akan berlaku pada dirinya. Sebab setiap orang tidak mungkin akan mengetahui nasibnya di masa yang akan datang. Yang terpenting bagi seorang manusia yaitu berikhtiar dengan sekuat tenaga, tidak boleh berpangku tangan, atau menunggu takdir yang baik. Allah swt telah berfirman bahwa nasib suatu kaum/umat akan berubah apabila umat/kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan berikut ini ayatnya :
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’du 13: 11)
C.    DOA
Di samping berusaha dengan segala daya dan kekuatan fisik, orang-orang beriman hendaknya juga berikhtiar secara batin yaitu dengan jalan berdoa dan memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Menentukan Qadha dan Qadar bagi semua makhluknya. Dipandang dari segi ini, maka berdoa dapat menggerakkan ikhtiar manusia secara fisik. Apalagi Allah swt telah menjanjikan bahwa siapa di antara hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan yakin dan ikhlas pasti akan dikabulkan-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Mukmin ayat 60 Allah swt berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (al-Baqarah 2:186).
Waktu yang Bermustajab untuk Berdoa :
1.    Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam .
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
 “Rabb kita -Tabaraka wa Ta’ala- turun setiap malam ke langit dunia ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)
2.    Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:
للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه
Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

3.    Ketika sedang Bersujud

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan dimana seorang hamba menjadi paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, karenanya perbanyaklah doa (ketika sujud).” (HR. Muslim: 1/350)
4.    Ketika adzan berkumandang
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
5.    Di antara adzan dan iqamah
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
6.    Di hari Jum’at
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
D.      TAWAKAL
Tawakal diartikan dengan sikap pasrah dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Dalam bahasa Arab, tawakal berarti `mewakilkan', yaitu mewakilkan kepada Allah untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu urusan. Ajaran tawakal ini menanamkan kesan bahwa manusia hanya memiliki hak dan berusaha, sedangkan ketentuan terakhir tetap di tangan Allah swt. sehingga apabila usahanya berhasil, is tidak bersikap lupa diri dan apabila mengalami kegagalan, is tidak akan merasa putus asa. Pengertian seperti ini merupakan ajaran tawakal yang paling tepat. Artinya: “Maka apa bila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159).
Sikap tawakal harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim. Sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari dicapai dengan motivasi sebagai berikut.
  1. Yakin bahwa allah sebagai penguasa alam semesta.
  2. Tahu keutamaan dari sikap tawakal.
  3. Menyadari bahwa manusia banyak kekurangan ( yang sempurna hanyalah Allah ).
Dalam bertawakal hendaknya kita serahkan semuanya kepada allah SWT, hal ini diperintahkan Allah dalam surat al-maidah ayat 23 sebagai berikut :
…. وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * سورة المائدة 23
Artinya : …. “ dan hanya kepada allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman” (al-maidah ayat 23)
Dari ayat di atas maka dapat di fahami bahwa tawakal kepada allah swt hukukmnya wajib, karena semua manusia sebenarnya bertawakal. Cuma tidak seluruhya bertawakal kepada Allah. Ada yang bertawakal kepada benda keramat, manusia, dukun, jin dan sebagainya, hal ini yang harus di luruskan.
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ * سورة هود 123
Artinya : “dan kepunyaan allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah di kembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakalah kepadaNya . dan sekali-sekali tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”  (QS Hud : 123)

Bertawakal bukan berarti bahwa seseorang hanya diam dan bertopang dagu tanpa bekerja. Orang yang sudah menentukan pilihan dan cita-citanya tanpa mau bekerja, hanya akan menjadi lamunan atau khayalan semata karena hal itu tidak akan pernah terlaksana. Firman Allah swt.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS An Najm: 39)
Takdir, ikhtiar, do’a dan tawakal adalah empat hal yang sulit untuk dipisah-pisahkan. Dengan kemahakuasaan-Nya, Allah menciptakan undang-undang, peraturan, dan hukum yang tidak dapat diubah oleh siapa pun. Sementara itu, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberi hak untuk bekerja dan berusaha demi mewujudkan pilihannya. Akan tetapi, setiap manusia tidak dapat dan tidak dibenarkan memaksakan kehendak kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya.
Oleh karena itu, sebagai penghayatan terhadap keyakinan akan takdir, ikhtiar, doa dan tawakal, maka kewajiban kita memilih segala hal yang baik. Adapun ukuran mengenai baik dan buruknya adalah norma yang tercantum pada Al Quran dan hadits, senantiasa tekun, bersungguh-sungguh dalam bekerja sesuai kemampuan, bertawakal, berdoa, tidak sombong atau lupa diri dan bersyukur apabila berhasil serta tidak berputus asa apabila belum berhasil.
Memang semua manusia sudah ditetapkan rizkinya masing-masing, namun rizki itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui ikhtiar atau usaha, do’a dan tawakkal. Misalkan saja, jika kita ingin pandai, haruslah kita rajin belajar, dll. Dalam segala usaha (ikhtiar) haruslah disertai dengan do'a, berdo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah mengharap apa yang diinginkan. Kalau sudah berikhtiar, berdoa dan bertawakkal ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, yakinlah bahwa di balik semua kegagalan pasti ada hikmah yang lebih baik. Boleh jadi kita membenci sesuatu, namun di balik itu ada hikmah kebaikan. Sebaliknya, boleh jadi kita menyukai sesuatu, namun di balik itu ada keburukan. Karenanya, kita harus selalu berprasangka baik pada Allah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang terbaik untuk kita.




VISI DAN MISI PMR SMA N 1 GEMOLONG | siamo | pmr wira

VISI DAN MISI PMR SMA N 1 GEMOLONG




VISI
“Terus berlatih membela diri jadi manusia atau remaja yang peduli terhadap sesama”

MISI
·         Menciptakan rasa damai dan tentram di lingkungan SMA N 1 Gemolong
·         Memperkokoh tali persaudaraan antar sesama
·         Menolong antar sesama dengan sukarela
·         Mengayomi siswa SMA N 1 Gemolong agar tercipta lingkungan yang asri

·         Mempererat rasa persatuan antar sesama